BAB YANG TAK SEHARUSNYA KUTULIS

15 Oct

“Ada satu bab yang tak seharusnya kutulis yaitu; Mencintaimu”

Aku terlanjur mencintaimu, itu sebuah pengakuan dan bila itu salah maka salahkan mereka menamakan ini cinta atau sebuah hasrat memiliki.

Dari semua bab yang kutulis, tentangmu adalah hal terindah yang lain dari sepenggal kisahku. Haruskah aku memberikan nama pada bab ini? Keajaiban mungkin?

Kisah usang kita masih terasa baru ketika kubuka kembali satu kotak semu yang mendiami pikiranku, hangat, tak ubahnya mentari hari ini.

Kamu yang terlahir dari kumpulan imajinasi akan kesempurnaan, menjadi sosok nyata dicelah kesendiriianku yang haus akan sebuah cinta. Kenapa disaat seperti ini? Sengaja?

Keinginan mengalahkanku, akhirnya aku mencintaimu, bukan, maksudku cinta memilih jalannya sendiri. Aku tak bisa berpaling lagi.

Lengkaplah sudah penggalan buku ini, melampirkan sebuah bab yang tak seharusnya kutulis; Mencintaimu.

Kenapa???

Apa karna aku tak menemukan kebahagian? Atau kamu tidak sesempurna yang aku inginkan? Atau aku hanya termakan nafsu dari cinta-cinta yang buta? Atau kau melukaiku? Atau aku tak sungguh-sungguh mencintaimu?

TIDAK….

Aku sungguh mencintaimu dan aku bahagia mencintaimu” itu sebuah kejujuran.

Maka, tak ada alasan bab ini tak ditulis, aku mencintaimu dan aku bahagia. Apa itu tidak cukup untuk kesempurnaan sebuah buku yang kupunya? Apa lagi yang aku harapkan selain itu dan lebih dari itu?

Ya, semua nampak sempurna. Hampir tak ada ruang untuk tinta yang berceceran. Semua nyata dan aku akui ini sudah lebih dari cukup.

TAPI,

Aku membuat kesalahan besar diakhir buku ini. Sebuah kesalahan yang menjadikan dirinya penyesalan abadi.

“Jika bab itu harus ada, mungkin sebaiknya tak pernah kutulis bab baru; Kehilanganmu”

Sebaiknya aku tambahkan kata “Lagi” karna buku ini bukan yang pertama kutulis. Bukan, tapi lembar dari sampul berbeda dari buku yang berbeda.

Aku tidak menyalahkanmu, kamu sama sekali tidak melakukan sesuatu yang tak kusuka. Sama sekali tidak. Bahkan kamu tidak melukai perasaanku, tidak pernah.

Jika bertanya ‘kenapa?’, aku belum punya jawaban untuk itu. Banyak yang tak bisa dimengerti, bahkan diriku sendiri, maksudku diriku sebenarnya.

Untuk sebuah alasan yang kau minta dan mungkin bisa kau terima, aku akan memberimu dan aku sudah memberikan padamu semua alasan itu walau bukan itu alasannya. Dan kau tau bukan itu.

Hanya ada satu jawaban dari semua yang kau butuhkan dulu, dulu maksudku, karna saat ini alasan itu aku simpan untuk melawan dirinya sendiri. Diriku sendiri.

Kesalahanku adalah terjebak dalam sesuatu yang mereka namakan cinta. Bab yang kumau tapi, apa aku harus melanjutkan ini?

Satu bab yang tak seharusnya kutulis adalah bab yang sangat membahagiakan, tidak hanya untukku, tapi aku belum siap jika harus menulis bab setelah itu. Aku hanya masih mencari sebuah kunci untuk alasan yang bahkan tak pernah kutau, jalan cinta itu sendiri, karna ia yang menuntunku.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

studentnurseanonymous

stories, rants, tips and tricks for all the student nurses just trying to get by.

Storyshucker

A blog full of humorous and poignant observations.

Sindy Agusrini

cumbui aku dengan intelektualitasmu

Mr. Ice Cream

Cool, Sweet and Smooth

Azza's Note

Semoga menjadi 'penghibur' atau setidaknya bisa 'menemani' :)v

A Nomadian

Wandering around, seeking comfort anywhere it could be.

awalia nurizka

Catatan Awal

Her Journey to Eternity

Wretched Sinner, Justified

Bintang Bumoe

★|@bintangbumoe|♡Apakah kamu bisa mencintai langit yang berganti warna seperti aku mencintai hujan yang selalu sama?♡|bintangbumoe90@gmail.com|★

Awesome Life

Awesome Photos Awesome Words

%d bloggers like this: