PUPUS #FF2IN1

15 Oct

***

“Dan aku hanya bisa menatapmu dibalik jendela, berharap kau berpaling dan menghampiriku…”

Aku menulis puisi dibalik pepohonan rindang disamping kantin sekolah, kamu sedang menghabiskan makan siangmu bersama teman-temanmu, disana. Hampir setiap hari kulakukan hal yang sama, menatap rambutmu yang hitam legam, wajah oriental dengan lesung pipi yang melekat dipipi kananmu. keindahan itu yang selalu membuatku ingin duduk disana, sebuah kursi tua dibawah pohon rindang disamping kantin sekolah.

“Kikan, semoga kebahagian menghampirimu, setiap saat, bahkan setiap waktu…” ucapku dalam hati.

***

Tak ada yang terlewatkan, senyummu, tawamu, ceriamu, semua terlintas dihadapku. Kau masih duduk disana, dengannya.

Suatu ketika, dibalik jendela kelas aku diam-diam menatapmu yang sedang berolahraga, berlari mengelilingi lapangan basket yang ada ditengah sekolah. Kamu mengguanakan baju lengan panjang berwarna biru, ya itu baju olahraga kakak kelasku. Semua anak kelas dua menggunakanya.

Taukah kamu betapa aku mengkhawatirkanmu saat kau terjatuh dan kakimu luka saat itu? Aku memberimu sebuah sapu tangan dan kau bilang “Terima kasih”, senyummu mengembang sebelum teman-temanmu membawamu ke UKS. Taukah kamu bahwa aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu saat kamu akhirnya dibawa pulang oleh kedua orang tuamu saat itu?

Aku kembali kekelasku dengan perasaan gundah “Kikan, semoga tak pernah terjadi hal buruk dalam hidupmu dan semoga kamu baik-baik saja” tulisku lagi.

***

Aku menunggu digerbang sekolah, lalu mobil Jazz biru itu berhenti didepanku, kamu keluar dan langsung berjalan masuk ke lingkungan sekolah. Aku lega karna tau tidak terjadi hal buruk padamu.

“Hari ini akan diadakan pemeriksaan rutin dari anggota osis” begitulah pengumuman yang diberikan pak Tegar sebelum kami semua masuk kedalam kelas. Anggota osis mengumpulkan kami dilapangan lalu mereka mulai memeriksa tas dan bawaan seluruh siswa.

Kamu menghampiriku dan memintaku membuka tasku. Kamu tau betapa paniknya aku saat itu? Jantungku seakan ingin berhenti berdetak saat kamu mengambil sebuah binder biru sesuai warna favoritku.

“Nama kamu Rheva Faizal?”

“Iya kikan. Ehh maaf. Kak kikan”

“Ini buku apa?”

“Ehhh, bukan apa-apa kok kak, buku catatan biasa”

Tak ada yang bisa aku lakukan saat kamu buka satu per satu puisi yang tertulis disana, lalu kamu berhenti pada satu bab kemudian menatapku tajam. Kamu kembali membuka bab itu dan melipatnya.

“Kamu pintar bikin puisi ya Rheva” lalu kamu tersenyum.

“Nih, aku kembaliin” lanjutnya lalu memberikan binder itu ketanganku.

Aku terpaku, diam tampa kata. Seakan semua tubuhku membeku begitu saja.

“Oya, makasih ya. Tapi Kikan yang ada disitu hatinya udah milik orang lain. Kamu pasti bisa dapetin Kikan-Kikan yang lain” ucapnya pergi dengan sebuah senyum kecil dibibirnya.

Aku membuka lipatan yang dibuat oleh Kikan, disana tertulis jelas nama seorang wanita, ya wanita yang tadi berdiri didepanku “Kikan Alfani”.

Sebuah catatan kecil tertera disana:

“Kikan Alfani, bila ada kesempatan untuk sebuah cinta, aku hanya ingin mencintaimu saja”.

***TAMAT***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

studentnurseanonymous

stories, rants, tips and tricks for all the student nurses just trying to get by.

Storyshucker

A blog full of humorous and poignant observations.

Sindy Agusrini

cumbui aku dengan intelektualitasmu

Mr. Ice Cream

Cool, Sweet and Smooth

Huraira Story

Semoga menjadi 'penghibur' atau setidaknya bisa 'menemani' :)v

A Nomadian

Wandering around, seeking comfort anywhere it could be.

awalia nurizka

Catatan Awal

Her Journey to Eternity

Wretched Sinner, Justified

Bintang Bumoe

★|@bintangbumoe|♡Apakah kamu bisa mencintai langit yang berganti warna seperti aku mencintai hujan yang selalu sama?♡|bintangbumoe90@gmail.com|★

Awesome Life

Awesome Photos Awesome Words

%d bloggers like this: