INDONESIA HARUS BERBENAH (TAK ADA KATA TERLAMBAT)

24 Jan

Berkenaan dengan tema “Indonesia disebut sebagai Bangsa yang Lembek, Benarkah?” yang terkandung dalam pesan (artikel) berjudul “Civis Pacem Parabellum” di www. darwinsaleh.com, saya berpandangan bahwa saya sangat tidak setuju bahwa negara Indonesia disebut sebagai negara yang lembek, sebaliknya saya juga setuju bahwa KITA HARUS MEMPERSIAPKAN DIRI TERLEBIH DAHULU karena tidak hanya untuk berperang melawan “musuh” dari luar, bahkan melawan musuh dari dalam saja kita tidak sanggup. Mempersiapkan diri adalah cara paling benar untuk saat ini. Saya bukan seorang peramal yang sanggup memprediksi apa yang akan terjadi dimasa depan tapi, yang PASTI akan terjadi adalah kita akan berperang. Kita akan berperang melawan globalisasi, berperang melawan teknologi, berperang melawan ekonomi dan masih banyak lagi perang yang sampai saat ini belum bisa kita menangkan. Saya tidak akan mempertanyakan ini salah siapa.

“BANGSA INDONESIA ADALAH BANGSA YANG BESAR!!!” Gelegar seorang jendral besar Indonesia dimasa lampau. Pidato yang sanggup meluluh lantahkan rasa takut, bahkan rasa takut untuk mati. Putar lagi rekaman-rekaman suara usang Beliau di tempo dulu, dengarkan lagi suara gemuruh tepuk tangan yang terbakar semangat dari tiap detail ucapan Beliau yang sangat bangga mencintai negeri ini, orang yang mencintai negeri ini melebihi nyawanya sendiri dan Beliau menjadikan dirinya pantas disebut sebagai seorang NASIONALISME.

Sadar atau tidak negara ini sudah ambruk harkat dan martabatnya dari negara tetangga dan tidak ada satu pun orang yang mau harkat dan martabatnya di injak-injak. TAPI, kita belum kalah, kita bahkan belum mulai untuk belajar bangkit, apa disitu letak kelemahan kita? TIDAK, titik lemah kita adalah diri kita sendiri yang terus menyalahkan pemimpin dan para petinggi negeri ini, menyalahkan Presiden, menyalahkan DPR, menyalahkan TNI, menyalahkan alusista yang tidak memadai. Tidakkah kita berpikir untuk mulai menjadikan diri kita pantas terlebih dahulu? Kita, saya, anda. Indonesia harus berbenah, mulailah dari diri kita sendiri secara individu. NASIONAL IS ME (Saya, Anda, Kita).

 

All this will not be finished in the first one hundred days. Nor will it be finished in the first one thousand days, nor in the life of this adminstrasion, nor even perhaps in our lifetime on this planet. But let us begin” John F.Kennedy

 Ada sebuah kutipan “Hal besar dimulai dari hal kecil”, setiap individu yang lahir dan tumbuh di sini-Indonesia-merupakan elemen  paling dasar dari bangsa ini, elemen yang membentuk wajah dan sikap bangsa.Tiap elemen nya haruslah terhubung dengan baik dan benar serta memiliki kualitas juara agar tiap komponennya berfungsi maksimal. Lalu bagai mana agar tiap element ini dapat terhubung untuk membentuk komponen dan selanjutnya menjadi satu tubuh yang bergerak? .Mulai dari “diriku” adalah yang akan merubah ini semua, yang sebelumnya bukan apa-apa ,yang sebelumnya hanyalah pecahan kaca yang di tempatkan dipembuangan, tidak terlihat .”Aku” adalah  yang akan  merubah  itu semua menjadi wajah yang akan melekat dimata setiap manusia Bumi dan tidak akan melupakan bahwa bangsaku adalah bangsa dari bangsa-bangsa juara,”aku” memulai ini semua dari diriku sendiri,sekarang.

Tidak mudah untuk mencapai apa yang kita inginkan, bahkan hampir semua orang mengetahuinya. Tapi untuk mencapai sebuah  tujuan bukanlah hal yang mustahil,banyak sekali hal-hal yang tidak mudah untuk dilakukan, tapi itu bukan berarti tidak mungkin. Dari bayi kita pernah berjuang untuk dapat merangkak, lalu belajar berjalan dan mulai berlari. Semua butuh proses yang sangat panjang. Pada kenyataannya kita bisa. Negara ini butuh pejuang yang gigih dan kuat, yang pantang menyerah, yang berani berdiri di garis paling depan sekalipun. Negara ini butuh kita, butuh saya dan anda.

Saya lelah, anda leleh, kita semua lelah, lelah dicaci dan lelah dimaki, lelah direndahkan. Sampai kapan kita hanya menikmati rasa lelah? Bukankah kita perlu istirahat? Bagaimana caranya? Banyak pertanyaan yang harus kita jawab, tapi cara terbaik untuk istirahat adalah menutup mulut orang-orang yang mencaci dan  memaki kita, berdiri lebih tinggi dari orang-orang yang menginjak-injak kita.

Kita harus tahu  untuk apa kita berjuang, seperti yang tersirat dalam www.darwinsaleh.com karena banyak serdadu yang hanya mati bodoh saat berjuang, bukan untuk memenangkan hak-hak manusia secara utuh, tetapi mati dalam  kesia-siaan  membela piciknya pikiran yang haus akan  pengakuan sebagai manusia modern. Mati terkubur keinginan-keinginan yang terancang begitu menggoda oleh penjajah-penjajah nurani. Mati tenggelam di dalam  lautan anggur mahal yang  mulanya kita panen lalu kita jual dengan harga murah.

Mari mulai, Sekarang. Secepatnya. Kita kehilangan banyak waktu karena menikmati mabuk yang mahal, yang menjadikan kita tampak begitu bodoh dan pantas di injak. Kita perlu berpegangan lebih kuat dari biasanya, melangkah lebih cepat dan tepat dari biasanya. Berpikir lebih waras dari yang biasanya. Bukan lagi waktunya kita membeli, bukan waktunya lagi kita meniru.

“Bhineka Tunggal Ika” harus dijadikan pegangan kuat jika Negara ini tidak ingin lebih terpuruk, kita bisa jauh lebih kuat jika Bhineka Tunggal Ika kita amalkan dalam setiap individu, dalam setiap jiwa manusia Indonesia. Kita butuh sosok pejuang seperti saudara kita di pulau Sumatra, kita butuh penyejuk dan sikap lemah lembut seperti saudara kita di pulau Jawa dan kita juga mempunyai jiwa penyabar seperti saudara kita di ujung Timur. Tidak ada yang kurang di Negara ini, tidak ada yang salah. kita sudah jauh lebih besar tanpa pernah kita sadari andai kita mengamalkan Bhineka Tunggal Ika. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, sosok-sosok luar biasa di negeri ini lebih mementingkan rasa egois masing-masing yang menghancurkan rasa kebersamaan yang sedari dulu pernah menjadi jati diri bangsa. Sosok-sosok seperti ini yang harus kita sadarkan dan saya tau bahwa itu tidak semudah membalikan telapak tangan. system yang harus kita ubah, pandangan yang harus kita ubah, rasa iba yang harus kita ubah, keegoisan, keberanian, tekat, keinginan, banyak yang harus kita ubah dan hal yang paling berat adalah memulai dari diri kita sendiri.

Sekali lagi, BANGSA INDONESIA ADALAH BANGSA YANG BESAR dan bangsa yang besar tidak seharusnya diinjak-injak harkat dan martabatnya. Saya adalah seorang yang sangat mengagumi sosok Soekarno, Presiden pertama negeri ini, pemberi motivasi terbaik di negeri ini, penyemangat terhebat sepanjang negeri ini berdiri. Kita butuh sosok beliau saat ini, terlebih saat bangsa ini terpuruk dan jiwa-jiwa lemah termakan oleh rasa takut yang semakin membesar. Kita butuh sosok penyemangat yang setidaknya mampu menggugah hati kita untuk bersatu dan mencintai negeri yang indah ini. Andakah orangnya?

KITA HARUS MEMPERSIAPKAN DIRI TERLEBIH DAHULU, disini semua kunci dari keberhasilan kita. Negara ini akan menjadi Negara yang sangat besar jika sumber daya manusianya berkualitas. Negara ini akan menjadi Negara yang ditakuti jika sumber daya manusianya sanggup bersaing di dunia internasional. Garuda akan terbang jauh lebih tinggi jika sayap-sayapnya yang kokoh mengembang lebih lebar. Kita adalah sayap Garuda itu, sayap bangsa Indonesia. Dengan sayap yang kuat yang menyatu dalam sosok seekor burung Garuda, bukan hal yang tidak mungkin untuk membuat Garuda itu mengusai dunia. Mari kita kokohkan sayap-sayap itu hingga menjadi jutaan sayap yang mengembang perkasa. Kita goncangkan dunia, kita gentarkan Negara-negara yang berani menginjak-injak kita. Indonesia memang harus berbenah dan cara terbaik untuk itu adalah mulai dari diri sendiri, untuk Indonesia.

Salam Indonesia.

NB: “Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.darwinsaleh.com. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan”.

Advertisements

10 Responses to “INDONESIA HARUS BERBENAH (TAK ADA KATA TERLAMBAT)”

  1. KMBI2014 January 24, 2014 at 7:23 am #

    harus dikirimkan file tulisannya beserta form pendaftaran ke email kami. Info lengkap http://bit.ly/1kwhH73

    • scendry January 24, 2014 at 12:14 pm #

      Email sudah dikirim, lengkap dengan form pendaftaran, statment of authorship, ktp dan alamat jejaring sosoial.

  2. rodamemn January 29, 2014 at 9:08 am #

    saya setuju, benci tidak harus dituangkan dengan perang, bisa dengan prestasi, budaya, berperilaku dan sebagainya, yg bilang Indonesia lembek itu hanya menguji kesabaran kita, tidak perlu dibwa emosi, kita hanya perlu buktikan pada mereka bahwa kita bukan bangsa seperti itu 🙂

    • scendry January 29, 2014 at 6:58 pm #

      Itu salah satu hal harus yang kita lakukan, mengembangkan diri untuk mencapai sebuah prestasi, menonjolkan budaya agar dipandang dimata dunia dan pengembangan diri agar pantas hidup didunia modern tapi dengan cara Indonesia. Membangun sebuah bangsa tidak semudah bangun dari tidur tapi hal itu yang harus kita perjuangkan. Salam Indonesia.

  3. Mhd. Rizal (@izalsatya) January 29, 2014 at 7:04 pm #

    Ya. Mulai dari diri sendiri, hal terkecil dan dilakukan secara kontinu, kebiasaan membentuk karakter, karakter menentukan prestasi, apapun komentar miring tentang Bangsa kita, harusnya kita jawab dengan sikap dan prestasi yang membanggakan. Saya yakin “kebiasaan” bersifat menular, dengan kebiasaan baik dan positif dari diri sendiri akan menular secara alami dan bertahap kepada orang-orang terdekat dan kemudian semakin luas, muda bukan berarti tidak bisa merubah hal besar. Saatnya tidak melihat usia jika ingin menjadikan bangsa kita bangsa juara, saatnya kita mulai memperhatikan pemikiran-pemikiran yang mewarnai semangat nasionalisme.

    • scendry January 29, 2014 at 7:11 pm #

      Semoga saja “Kebiasaan” yang anda lakukan, “kebiasaan” yang saya lakukan dan “Kebiasaan” yang kita lakukan untuk mengembangkan bangsa ini dapat menular dalam lingkungan kita dan dalam setiap jiwa anak muda Indonesia pada umumnya. Kita adalah penerus bangsa ini, kita adalah ujung tombak bangsa ini sampai nanti. Salam Indonesia. #KMBI2014

      • M. Rizal January 31, 2014 at 3:49 am #

        Amin… Optimis aja negara ini akan maju dan berkembang jauh lebih baik agar kita tidak lagi direndahkan. Maju terus generasi muda Indonesia. Merdeka… Salam Indonesia.

    • Derry Iswan (@BukuHarianIswan) February 2, 2014 at 4:01 pm #

      “All of these will not be finished in…but let us begin” (John F.Kennedy).
      So, lets do it right now.

      Merdeka!!!!

      • scendry February 2, 2014 at 4:07 pm #

        Semangat 45. Mari kita mulai… Salam Indonesia… Merdeka…

        Saatnya Kaum Muda Bicara Indonesia.

        #KMBI2014

Trackbacks/Pingbacks

  1. #KMBI2014 | Scendry Zona Home - January 25, 2014

    […] #KMBI2014 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

studentnurseanonymous

stories, rants, tips and tricks for all the student nurses just trying to get by.

Storyshucker

A blog full of humorous and poignant observations.

Sindy Agusrini

cumbui aku dengan intelektualitasmu

Mr. Ice Cream

Cool, Sweet and Smooth

Azza's Note

Semoga menjadi 'penghibur' atau setidaknya bisa 'menemani' :)v

A Nomadian

Wandering around, seeking comfort anywhere it could be.

awalia nurizka

Catatan Awal

Her Journey to Eternity

Wretched Sinner, Justified

Bintang Bumoe

★|@bintangbumoe|♡Apakah kamu bisa mencintai langit yang berganti warna seperti aku mencintai hujan yang selalu sama?♡|bintangbumoe90@gmail.com|★

Awesome Life

Awesome Photos Awesome Words

%d bloggers like this: