Dr. Tahir Beri Harapan Bagi Penderita Penyakit Jantung di Indonesia

14 Mar

Belum lama ini saya mendengar kabar bahwa ada lagi kegiatan amal yang baru dilakukan oleh Dr. Tahir, pengusaha sukses, investor, filantropis, pemilik sekaligus pendiri Mayapada Group Indonesia. Seorang anak pembuat becak yang kini menjelma jadi orang terkaya ke-12 di Indonesia.

Baru saja kemarin hari saya terkesima dengan sosok beliau karena langkah “gila”-nya menggelontorkan uang puluhan juta dolar AS serta menarik Bill Gates, CEO Microsoft.corp (orang paling dermawan di dunia) untuk kepentingan penanggulangan persebaran penyakit HIV, TBC, dan malaria di Indonesia, sekarang dia sudah melakukan satu aksi sosial kembali yang berkaitan juga dengan perkembangan dunia kesehatan di Indonesia.

Dari anak pembuat becak, Dr.Tahir menjelma menjadi seorang dermawan yang sangat peduli sekali terhadap dunia kesehatan dan pendidikan Indonesia. Mungkin karena kandasnya cita-cita muda untuk menjadi seorang dokter, sehingga dia salurkan sekarang mimpinya untuk menolong sesama dengan rajin berderma. Berderma seakan sudah jadi sebuah hobi baginya. Semangat untuk berbagi kepada sesama dalam rangka membangun bangsa seperti sudah terpatri kuat dalam jiwa-nya.

Apa lagi yang dilakukan oleh Dr. Tahir? Pernah teman-teman mendengar bahwa ada satu penyakit yang paling ditakuti saat ini oleh masyarakat di seluruh dunia? Ya, penyakit Jantung. Baru saja saya melihat rilis berita media bahwa Dr. Tahir melalui Gerakan Peduli Jantung bekerjasama dengan RS Mayapada, sebuah rumah sakit yang dibangun olehnya akan memberikan donor berupa pengobatan jantung gratis untuk 99 penderita jantung kurang mampu di Indonesia.

“Kita akan memberikan operasi jantung gratis kepada 100 (pasien) pertama,” kata Dato Sri Prof. Dr. Tahir, MBA saat Grand Opening Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Kamis (24/10).

Sudah bukan rahasia umum memang kalau penyakit jantung saat ini didaulat menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Menurut rilis yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO), penyakit jantung atau yang biasa dikenal dengan istilah kedokteran, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian manusia nomor satu di negara maju dan berkembang dengan menyumbang 30% atau sekitar 17 juta kasus dari seluruh kematian di dunia. Dari angka tersebut, diperkirakan 7,3 juta-nya disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Per April 2011 WHO memperkirakan, kematian akibat penyakit jantung, terutama jantung koroner di Indonesia mencapai 243.048 kasus, atau 17,05 persen dari total kematian di Indonesia.

Berbicara mengenai penyakit jantung, didapatkan fakta bahwa sepertinya pengidap penyakit jantung di Indonesia memang terus mengalami peningkatan tajam. Hal tersebut ditandai dengan jumlah pasien jantung di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun-ketahun. Kementerian Kesehatan (Kemkes) juga mencatat, penyakit jantung merupakan salah satu kelompok penyakit tidak menular yang saat ini menjadi penyebab kematian tertinggi, dan menimbulkan beban ganda bagi masyarakat Indonesia.

Biaya pengobatan penyakit jantung memang tidak lah kecil, saat ini saja biaya perawatan jantung sudah meningkat 13% dari 5 tahun lalu. Penyakit seperti jantung ini bila dialami oleh masyarakat yang kurang mampu pasti akan sangat memberatkan ekonomi keluarga mereka. Maka dari itu, tidak heran bila sampai dengan sekarang penyakit jantung masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai ilustrasi, seorang yang terdiagnosa menderita penyakit jantung di Indonesia pada saat ini, umumnya akan diberikan 2 (dua) alternatif pengobatan: 1) Katerisasi : tindakan invasive (semi bedah) yang mencakup pemasangan balon dengan biaya sekitar R. 30 – 50 juta, dan pemasangan ring / stent dengan biaya sekitar Rp 60 – 90 juta 2) Operasi Bypass : di Indonesia dapat menghabiskan biaya hingga Rp 150 juta, sementara di negara tetangga dapat mencapai lebih dari Rp 200 juta. Jumlah di atas belum termasuk dengan biaya laboratorium, perawatan setelah pembedahan, konsultasi pra – / post – pengobatan dan obat – obatan lanjutan yang juga akan sangat memakan biaya.

Bisa dibayangkan, bagimana jadinya kalau penyakit ini diderita oleh kebanyakan masyarakat kurang mampu di Indonesia? Angka kematian (mortalistas) negara kita pasti akan meningkat.

Fenomena yang saya paparkan di atas bisa jadi merupakan latar belakang Pak Tahir ini melakukan sebuah aksi sosial memberikan donor berupa pengobatan jantung gratis penderita jantung kurang mampu tersebut. Gerakan Peduli Jantung yang dilakukan oleh beliau untuk memberikan operasi gratis bagi para penderita penyakit jantung kurang mampu ini nampaknya cukup beralasan. Indonesia adalah salah satu negara dengan angka kematian tinggi akibat jantung di dunia.

Mengutip perkataan Tahir di sejumlah media, dia juga menilai bahwa akses kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Indonesia belum merata. Padahal karena pengaruh lingkungan tempat tinggalnya, masyarakat dengan yang kurang beruntung tersebut adalah golongan yang paling rentan terserang penyakit. Kerentanan tersebut diperparah dengan sulitnya akses terhadap fasilitas kesehatan memadai yang dekat dengan mereka. BPJS memang sudah berjalan, tetapi menurutnya kualitas pelayanan kesehatan bagi golongan masyarakat kurang mampu tersebut masih dipertanyakan.

Tingginya angka kematian penderita penyakit jantung di Indonesia tidak dapat dipungkiri pasti sangat berhubungan dengan kemampuan para penderita jantung dalam hal biaya penanganan pengobatan penyakit jantung yang memang terhitung cukup mahal harganya. Dalam kisararan umum, seperti yang penulis sudah ilustrasikan diatas, total biaya yang harus dikeluarkan seorang pasien penyakit jantung bisa sampai minimal Rp 100 juta. Nilai yang tidak sedikit jumlahnya bagi mereka para penderita yang kesehariannya hidup dalam keterbatasan.

Jika melihat segala aksi yang dilakukan Dr. Tahir ini, saya meyakini nampaknya Dr. Tahir seakan ingin meberikan harapan bagi para penderita jantung yang berstatus kurang mampu di Indonesia. Mereka kritis tapi tak boleh hidupnya krisis.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dalam rangka mencapai Indonesia sehat dan sejahtera ini, kehadiran uluran tangan para dermawan Indonesia yang peduli terhadap dunia kesehatan seperti Dr. Tahir ini bak “oase di tengah gurun sahara”. Darma bhakti-nya bisa jadi penyegar bagi rakyat Indonesia. Semoga lebih banyak lagi Dr. Tahir – Dr. Tahir baru yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Tidak hanya Dr. Tahir, semoga bisa muncul lebih banyak lagi juga orang dermawan di Indonesia.

Sedikit mengutip perkataannya Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris era Perang Dunia II bahwa:

“Healthy citizens are the greatest asset any country can have.” – Winston Churchill (1874-1975)

Saya yakin Dr. Tahir pasti sangat memahami makna dari kutipan di atas.

Baca juga beritanya disini http://www.beritasatu.com/kesehatan/146421-rs-mayapada-fasilitasi-operasi-jantung-gratis-bagi-100-pasien.html

atau disini http://www.investor.co.id/home/rs-mayapada-bantu-operasi-jantung-gratis-untuk-100-pasien/71356

Sumber:

Copy by:

http://www.blogdokter.net/2014/02/08/dr-tahir-beri-harapan-bagi-penderita-penyakit-jantung-di-indonesia/

http://www.philanthropyage.org/2013/04/24/indonesian-tycoon-pledges-100m-to-gates-foundation-2/

http://id.berita.yahoo.com/mayapada-hospital-gelar-operasi-jantung-gratis-101940360.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

studentnurseanonymous

stories, rants, tips and tricks for all the student nurses just trying to get by.

Storyshucker

A blog full of humorous and poignant observations.

Sindy Agusrini

cumbui aku dengan intelektualitasmu

Mr. Ice Cream

Cool, Sweet and Smooth

Huraira Story

Semoga menjadi 'penghibur' atau setidaknya bisa 'menemani' :)v

A Nomadian

Wandering around, seeking comfort anywhere it could be.

awalia nurizka

Catatan Awal

Her Journey to Eternity

Wretched Sinner, Justified

Bintang Bumoe

★|@bintangbumoe|♡Apakah kamu bisa mencintai langit yang berganti warna seperti aku mencintai hujan yang selalu sama?♡|bintangbumoe90@gmail.com|★

Awesome Life

Awesome Photos Awesome Words

%d bloggers like this: