One Day at Jogya? Siapa Takut!

2 Sep

image

31/8/2014
Simple, saya hanya penasaran tentang satu hal, apa yang bisa kita lakukan jika kita bekerja ‘shift’ di sebuah perusahaan, dengan kata lain kita hanya punya waktu berlibur satu hari dalam seminggu dan hanya punya dua belas hari cuti dalam sebulan. Mau kemana kita saat liburan itu datang? Dirumah sambil nonton tivi seperti yang biasa saya lakukan? Main ke tempat saudara yang dekat dengan tempat tinggal? Ke mall sampai subuh sambil menikmati musik? Atau hal-hal membosankan lainnya yang hamir setiap kali kita lakukan saat liburan yang hanya saatu hari?
So, kali ini dan baru pertama kalinya saya akan mencoba carra baru menikmati liburan dalam satu hari. Dan kota pertama yang menjadi destinasi saya adalah Yogyakarta.

image

Tiket boing 737 JT 0558 sudah berada di tangan, tepat pukul 10.30 wib dengan kelembaban cuaca 25’C sesuai dengan pengaturan AC ruangan bandara International Soekarno Hatta di ruang tunggu A12 saya sudah duduk manis menanti pukul 11.25 yang merupakan jam keberangkatan pesawat kami, tentu saja jika tidak
terjadi penundaan seperti perjalanan-perjalanan sebelumnya. Perjalaan kali ini saya tidak sendiri, tepat dibelakang saya ada seorang wanita 25 tahun, lebih tua setahun dari saya, sedang duduk sambil mengemut permen penyegar mulut, namanya Wiwid Wijayanti, wanita dengan kerudung orange berpadu baju lengan panjang yang juga berwarna sama mengenakan celana jeans biru, Ia adalah kakak senior saya di tempat bekerja dan kebetulan sekali wanita yang satu ini berasal dari Yogyakarta. Tentu saja ini akan menjadi perjalaan yang menyenangkan dan ‘mungkin’ melelahkan. Bagaimana tidak, kami baru saja pulang dinas malam pukul 09.00 tadi pagi dan harus segera menuju bandara untuk berangkat.

Tahun 2012 yang lalu aku juga berkunjung ke kota yang sama, mengunjungi musium delman, jalur kawah akibat letusan gunung merapi, rumah mbah maridjan, gunung purba, malioboro, dan banyak lagi tempat wisata yang aku singgahi bersama beberapa temanku. Atau pada tahun 2008, dimana saya dan om badungku Beni menaiki ular besi ekonomi dengan harga tiket Rp. 27.000 dari stasiun Bandung, kereta yang jauh dari kata layak untuk perjalanan 12 jam, tapi sebuah kenangan yg gila untuk bisa dilupakan, saat kita hanya bisa tidur dengan kertas koran, pedagang asongan lalu lalang dan para pengemis menyodorkan bungkus permen diujung  tangan mereka.

Menarik jika membayangkan perjalanan kali ini akan sama berkesannya, tapi tentu saja berbeda, dulu aku menggunakan kendaraan roda dua bersama rombongan pemudik asal jakarta, melewati bogor, bandung, tasikmalaya, dan beberapa kota lain di jawa barat dan jawa tengah. sekarang saya hanya akan menginjakkan kaki di dua tempat, Jakarta-Jogyakarta. I hope it will be great holiday….

image

12.55
“Welcome to Yogyakarta!”
Yuhuuuu, tiba dikota tujuan, Yogyakarta. Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta tidak terlalu panas walau terik matahari yang masih membumbung diatas kepala. Oya, saya lupa, jangan dibandingkan dengan Jakarta, this is Jogya. Dan kata pertama yang keluar dari mulut saya saat rem tangan pesawat Lion boing 737 800 ini mendarat adalah “Jogya” (Ala salah satu iklan traveling yang sering saya tonton). This is a nice country, you now. You can found anything here, culture, temple, beach, mount, and many destination to holiday. That why i always happy to comeback here.
Istirahat adalah hal pertama yang harus dilakukan sebelum memulai penjelajahan kota Jogya, tepatnya HoliOneDay in Yogyakarta. Lets see, what can we do one day at Yogyakarta.

image

19.00
Malioboro, merupakan tempat yang wajib dikunjungi di Jogya, begitu tau saya berada di sini, titipan oleh-oleh memenuhi trandy topic di BBM saya dan Malioboro adalah tempat memungut oleh-oleh paling tepat di Jogya. Tidak hanya itu, berbagai macam makanan juga tersedia disana, termasuk Gudeg khas Yogyakarta. Malioboro adalah tempat pertama yang saya dan teman saya kunjungi. Sebenarnya kami bisa saja menikmati malam di alun-alun keraton atau tugu Jogya, tapi ada tamu yang sudah duduk manis dirumahnya sambil minum teh manis. Perjalaan kami terhenti kurang lebih pukul  22.00, setelah menikmati nasi kucing di Jln. Ahmad Dahlan. Tidak menyenangkan memang, tapi cara termudah ya harus tetap dinikmati. Masih ada hari esok, lagian ini hanya test drive perjalanan pertama, nothing to lose.

image

1 September 2014.
Time is over, saatnye kembali ke Tangerang tercinta, besok dunia kerja telah menanti untuk dijelajahi. Kembali ker rutinitas awal, berhadapan dengan pasien-pasien tercinta di rumah sakit.
20.25 wib kami dijadwalkan untuk segera berangkat dari stasiun Tugu Yogyakarta, menggunakan kereta bisnis senja utama jogya. Namun agar tidak tertinggal kereta, kami memutruskan dattang ke stasiun lebih awal. Tiket yang dibeli secara online segera kami cetak di percetakan yang berada tepat di sebelah kanan pintu masuk gerbang stasiun. Tanpa perlu mengantri telalu lama, tiket gerbong 4 no 14A dan 14B sudah ditangan. Dari pengeras suara stasiun kami dapat mendengar suara seorang perempuan yang mengumumkan bahwa kereta akan berangkat pukul 20.30 dan kami segera menuju jalur 4 tempat dimana kereta sudah terparkir menuju Jakarta. Tepat pukul 20.35, lampu hijau perrtanda kereta diijinkan berangkat menyala. Let’s go home…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

studentnurseanonymous

stories, rants, tips and tricks for all the student nurses just trying to get by.

Storyshucker

A blog full of humorous and poignant observations.

Sindy Agusrini

cumbui aku dengan intelektualitasmu

Mr. Ice Cream

Cool, Sweet and Smooth

Huraira Story

Semoga menjadi 'penghibur' atau setidaknya bisa 'menemani' :)v

A Nomadian

Wandering around, seeking comfort anywhere it could be.

awalia nurizka

Catatan Awal

Her Journey to Eternity

Wretched Sinner, Justified

Bintang Bumoe

★|@bintangbumoe|♡Apakah kamu bisa mencintai langit yang berganti warna seperti aku mencintai hujan yang selalu sama?♡|bintangbumoe90@gmail.com|★

Awesome Life

Awesome Photos Awesome Words

%d bloggers like this: