KAMU JUGA BISA MENCEGAH SESEORANG BUNUH DIRI!

3 Jul

bunuh diri

Menurut artikel Amril Amarullah dalam viva.co.id, 2009, Laporan di Jakarta menyebutkan sekitar 1,2 per 100.000 penduduk dan kejadian bunuh diri tertinggi di Indonesia adalah Gunung Kidul, Yogyakarta mencapai 9 kasus per 100.000 penduduk.

Adapun kejadian bunuh diri tertinggi berada pada kelompok usia remaja dan dewasa muda (15 – 24 tahun), untuk jenis kelamin, laki laki melakukan bunuh diri (comite suicide) empat kali lebih banyak dari perempuan. Namun, perempuan melakukan percobaan bunuh diri (attemp suicide) empat kali lebih banyak dari laki laki.

Jumlah tertinggi kasus masih dipegang Gunungkidul, dibandingkan dengan kabupaten dan kota di wilayah DIY. Pada 2012, kejadian bunuh diri tercatat ada 66 laporan ke pihak kepolisian. Angka itu menurun pada 2013, tercatat ada 47 kejadian bunuh diri. Untuk 2014, angka bunuh diri sebanyak 45 kejadian. Sedangkan untuk 2015 dari Januari hingga Februari, baru ada dua kejadian bunuh diri. Data ini masih belum diperbarui, mengingat di wilayah Sleman saja dua bulan terakhir ada lebih dari enam kasus (Tribunjogya.COM, 2015).

Posisi Indonesia sendiri hampir mendekati negara-negara bunuh diri, seperti Jepang, dengan tingkat bunuh diri mencapai lebih dari 30.000 orang per tahun dan China yang mencapai 250.000 per tahun.

Seseorang yang putus asa cendrung tidak bisa menggunakan akal sehat mereka, dukungan dari orang-orang terdekat menjadi salah satu cara pencegahan terjadinya kasus bunuh diri yang menjadi jalan pintas seseorang saat dalam kondisi terpuruk. Saya sendiri pernah berpikir untuk melakukan hal bodoh itu. Lalu, bagaimana hal itu tidak terjadi?

1. Dukungan Moril Dari Orang Terdekat (Curhat).

Orang yang mendapat stresor tinggi cendrung lebih rentang melakukan tindakan bunuh diri, entah itu tekanan kerja, ditinggalkan pasangan, kekerasan, kehilangan dan masih banyak lagi pencetus terjadinya stres. Dalam hal ini orang terdekat diharapkan ikut berperan dalam memberikan semangat bagi mereka, entah itu teman, saudara, anak, orang tua, dsb. Mereka butuh tempat untuk mencurahkan apa yang ada di dalam pikiran mereka kepada orang yang dapat meraka percaya. Jangan pernah abaikan sedikit pun jika seseorang ingin mengajakmu mencurahkan perasaannya.

2. Jauhkan Diri Dari Lingkungan Sepi (Sosialisasi).

Hal-hal lain yang juga menjadi pencetus niat untuk bunuh diri antara lain pikiran yang kosong, melamun, merasa sendiri, kesepian, merasa tidak berguna, dsb. Apa yang harus dilakukan mereka yang merasa diabaikan seperti ini? Sosialisasi. Lingkungan yang ramai, teman-teman bermain, suasana komunikasi aktif dan dimanapun tempat mereka merasa diperhatikan dan dibutuhkan. Jangan beri mereka kesempatan untuk memikirkan hal-hal yang memicu terjadinya bunuh diri. Luangkan waktu untuk sekedar menghubungi mereka via telpon, sms, jejaring sosial, atau apa pun untuk memastikan kondisi mereka terkendali. Saat prilaku mereka mulai mengarah pada penyebab stresor, orang terdekat harus segera memberi respon atau segera bertindak dengan mengajak mereka sekedar untuk makan malam atau menyaksikan konser musik. Ingat, lingkungan sepi adalah peluang bagi pikiran negative untuk lebih berkembang.

3. Buat Mereka Merasa Dibutuhkan (Aktualisasi).

Tanamkan pada diri seseorang bahwa mereka masih dibutuhkan, bukan pekerjaan mudah memang untuk masuk kedalam pikiran seseorang dan berkata “Hey, Dunia ini tidak akan baik-baik saja tanpa kamu, kamu adalah penyeimbang dunia!”. Beri mereka motivasi, siapa saja yang membutuhkan mereka untuk tetap hidup, orang tua, saudara, kakek, nenek, adik kelas, mantan kekasih, pemuja rahasia, teman sekantor, apa pun yang dapat membuat mereka berpikir “Oh iya, aku masih dibutuhkan orang tuaku” atau “Oh iya, nanti kalo aku mati, siapa yang akan menimba air untuk ibuku mandi dan masak?”

4. Tempat Ibadah (Tuhan).

Seseorang yang dalam kondisi terpuruk HARUS mengunjungi tempat ibadahnya. Segala pikiran negative akan ternetralisir disana. Tugas orang terdekat untuk mengajak mereka ke tempat ibadah dan berdoa. Keyakinan sesorang akan Tuhannya adalah penenang jiwa dan penyembuh. Seseorang akan dibukakan kembali akal sehatnya saat Ia berada di tempat ibadah (walaupun Ia tidak sedang berdoa). Sangat jelas tertulis tentang bunuh diri dalam semua kitab keagamaan.

5. Pandangan Tentang Masa Depan.

Ingatkan kembali apa tujuan hidupnya, apa yang ingin Ia capai. Stres kadang membuat seseorang lupa tentang suatu hal yang jauh lebih berguna; masa depannya. Mungkin Ia pernah ingin menjadi pramugari, pilot, dokter, pelukis, penulis, akuntan, designer, model, artis, apa pun yang pernah menjadi cita-citanya, ajak dia untuk mencapai itu semua. Seseorang mungkin akan bangkit kembali jika mengingat sesuatu yang benar-benar Ia inginkan. Bantu Ia untuk mendapatkan apa yang Ia mau. Ingatkan Ia tentang apa yang sudah dan belum ia raih. Ia akan punya satu alasan lagi untuk tetap hidup!

(Marselus Ocen)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

studentnurseanonymous

stories, rants, tips and tricks for all the student nurses just trying to get by.

Storyshucker

A blog full of humorous and poignant observations.

Sindy Agusrini

cumbui aku dengan intelektualitasmu

Mr. Ice Cream

Cool, Sweet and Smooth

Huraira Story

Semoga menjadi 'penghibur' atau setidaknya bisa 'menemani' :)v

A Nomadian

Wandering around, seeking comfort anywhere it could be.

awalia nurizka

Catatan Awal

Her Journey to Eternity

Wretched Sinner, Justified

Bintang Bumoe

★|@bintangbumoe|♡Apakah kamu bisa mencintai langit yang berganti warna seperti aku mencintai hujan yang selalu sama?♡|bintangbumoe90@gmail.com|★

Awesome Life

Awesome Photos Awesome Words

%d bloggers like this: